Menjadi Satu Bangsa: Persatuan Indonesia Bukan Sekadar Warisan, Tapi Perjuangan
SERI KEBANGSAAN: Di tengah gemuruh politik, hiruk-pikuk media sosial, dan derasnya arus globalisasi, kita sering mendengar kata “persatuan” diucapkan dengan lantang. Tapi seberapa dalam kita benar-benar memahami maknanya? Apakah persatuan Indonesia hari ini adalah kenyataan yang kokoh, atau hanya bayangan semu yang mudah retak saat kepentingan pribadi dan kelompok mulai berbicara? Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah tonggak sejarah yang monumental. Ia bukan sekadar deklarasi, melainkan visi besar yang melampaui zamannya: satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Namun, dari tiga elemen itu, hanya dua yang relatif mudah dicapai. Tanah air? Simbolnya jelas: paspor hijau. Ke mana pun kita pergi, kita dikenali sebagai warga negara Indonesia. Bahasa? Bahasa Indonesia telah menjadi alat komunikasi lintas suku dan daerah, menyatukan jutaan lidah dari Sabang sampai Merauke. Namun, satu bangsa —itulah tantangan sejati. Persatuan yang Superfisial: Bahaya yang Tak Terlihat Persatuan yang hanya berdir...