Posts

Showing posts from September, 2022

Bumi Manusia

Image
Ya judul tulisan ini sama dengan judul salahsatu buku karya pujangga kaliber dunia bernama Pramudya Ananta Toer. Piyantun Blora, Jawa Tengah. Negeri kita yang begitu kaya, indah, besar, luas, sangat beraneka ragam juga melahirkan pujangga-pujangga besar sejak dulukala. Entah mereka belajar darimana. Barangkali matahatinya yang digerakkan oleh kekuatan alam semesta yang ghoib. Sama case nya dengan jenius Leonardo da Vinci yang sangat mumpuni karya seni maupun futuristic engineering- nya. Jauh melewati masa hidupnya. Peribahasa tahun 60an mengatakan Pengalaman adalah Guru yang baik. Benar memang. Namun yang paling baik tentunya jangan hanya pengalaman sendiri. Belajar dari pengalaman orang lain sangat mempercepat tingkat pengetahuan kita. Penulis seperti Pram, luar biasa pemikirannya. Universal. Relevan dengan setiap hati, setiap pikiran dimanapun berada. Tulisannya adalah sebuah cermin tempat kita mawas diri, mengukur baju badan sendiri menggunakan sanubari Dewa Ruci dihadapan Sang Pen...

Sepeda Pertama

Image
  sumber: Patric Field, The Cycling Revolution Entah tahun berapa sepeda pertama mendarat di Nusantara. Apakah dibawa pedagang Gujarat, expedisi Laksamana Cheng Ho, Ingris, atau Belanda belum diketemukan dokumentasi dan artefak yang pasti. Yang jelas jaman bokap-bokap kita sepeda yang ngetop merknya Fongers  dan Gazelle bikinan Belanda. Jaman saya kecil tahun 60an merk yang merakyat sepeda Sim King bikinan Hongkong. Disusul trend sepeda mini kemudian tahun 70an. Sepeda pertama di dunia konon melantai pertama kali pada tanggal 12 Juni 1817 oleh Baron Karl Friedrich Drais von Sauerbronn seperti gambar diatas. Tanpa pedal, rem dst. Rangka kayu roda besi. Menggelinding pertama kali sejauh 14 kilometer (kira2 jarak dari Pusdiklat Kehakiman ke Monas) sepanjang jalan terbaik di Baden kala itu, dari Mannheim ke Rheinau dan kembali. Paling tidak itu yang terdokumentasi sebagai perjalanan roda dua pertama kali. Tahun 1848, jaman revolusi-revolusi, Drais menanggalkan titel kebangsawanann...

Belajar dari India

Image
*This article was posted in Linkedin on Jan 12, 2017 Abad ke 16 India pernah berbentuk kerajaan Islam dengan wilayah luas mencakup Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Bhutan, sampai Myanmar. Rajanya bernama Ibrahim Lodi dengan pusat pemerintahan di Delhi, India Utara. Kehidupan berjalan normal sampai satu saat Zahirrudin Babur dari etnis Moghul atau Mongol dari daerah Afganishtan-Baluchistan sekarang, yang sama-sma beragama Islam, bermaksud menaklukkannya. Babur adalah keturunan Tamerlane keturunan Genghis Khan. Perang besar tak terhindarkan antara Moslem invaders lawan Moslem petahana. Walaupun pasukan Ibrahim 5 x lebih banyak termasuk ribuan gajah dan kuda, namun pasukan Babur sudah lebih maju dengan teknologi artileri berat. Singkat cerita, dalam perang Panipat I (lokasi konon sama dengan Padang Kurusetra dalam epik Bharatayudha) pada tanggal 21 April 1526 Babur menang dan mengambil alih pemerintahan. Mulai saat itu dinasti Moghul memerintah India.  Fast forward ke episode y...