Posts

Showing posts from May, 2025

PREMAN

Image
Konotasi yang selama ini terbangun tentang preman adalah personel gagah, jago berantem fisik (bukan debate), suka mengintimadsi, dan lucrative (menguntungkan) penghasilannya. Siapa tidak tergiur menjadi preman. Terlebih lagi di jaman banyak PHK seperti sekarang, perusahaan pada tutup, asosiasi kehilangan taringnya, sehingga sulit cari kerja dst. Menarik sekali bagi anak-anak muda yang ingin cepat kaya. Pertanyaan awalnya: apa syarat untuk menjadi preman.  Pertama adalah ilmu kanuragan seperti karate, tinju, silat, atau jurus nekatpun tak apalah.  Kedua penampilan yang intimidatif dan koersif. Termasuk ornamen yang menghiasi badannya seperti personel Yakuza yang legendaris di Jepang itu. Kalo pada masyarakat Nias, Dayak, dan Polinesia Selatan tattoo adalah simbol transcendental hormat mereka pada leluhurnya dan alam. Semakin banyak semakin tinggi ilmu batinnya. Ketiga, citra bahwa dirinya adalah bagian dari komunitas lebih besar yang cenderung gahar, dan para-militeristik....

DIALOG VIRTUAL DENGAN VINCENT VAN GOGH

Image
Jumat 4 April 2025, MS Monarch Countess disembark dari Port de Javel Bas, Paris, sore hari. Pukul 08:30am Sabtu 5 April 2025 sudah merapat di Conflans centre. Conflans-Sainte-Honorine terletak di utara Yvelines, di tepi Val-d'Oise, sekitar 12 km dari pusat Saint-Germain-en-Laye dan sekitar 20 km di barat laut Paris. Kota ini berkembang di sepanjang tepi Sungai Seine, di tepi kanan sungai pada pertemuannya dengan Sungai Oise. Kota ini sekarang meluas hingga ke tepi kiri. Dikenal sebagai ibu kota tongkang Sungai Seine karena banyaknya kapal yang terdaftar di daerah tersebut. Tak lama setelah merapat, kami turun ke darat untuk naik bus bersama-sama peserta lain mengunjungi desa kecil dimana dulu Vincent van Gogh tinggal dan berkarya. Vincent mulai belajar melukis di usia 27tahun dan berpulang pada usia 37tahun meninggalkan karya sekitar 800 lukisan dan sketsa. Dari sekian banyak karya, yang berhasil dia jual untuk menyambung hidup hanyalah satu buah saja. Hidupnya jauh dari kecukupan....

CAUDEBEC en CAUX

Image
Senin 7 April  2025, Monarch Countess merapat ke sebuah desa di tepi sungai La Seine dengan populasi sekitar 2300 inhabitants. Namanya Caudebec yang dijuluki sebagai "The Pearl of the Seine Valley". Tempat ini menawarkan pemandangan dan lingkungan yang indah untuk berjalan-jalan sepanjang riverfront. Pepohonan, rumah-rumah batu tua, jalanan yang bersih dan bunga warna-warni bermekaran menyambut sepanjang jalan. Pada abad ke 16 tempat ini dihuni oleh komunitas Protestan cukup besar di Perancis. Terkenal dengan hasil produksi gloves lembut dari kulit kambing serta topi berhias feather yang menjadi fashionable di istana Perancis kala itu. Di tempat ini ada Notre Dame Cathedral dan Maison de Templiers (the Templar House) - bangunan abad ke 12 dengan facades dan architecture yang impressive. Sebagai perbandingan jaman itu di Nusantara kira-kira era Singosari. Siang menjelang sore yang cerah dan indah itu, terlihat sepasang kekasih muda saling bercumbu. Yang wanita Caucasian yang l...