Non Tangible Assets
Sesuai dengan namanya, non-tangible assets tak dapat diraba. Dan tidak mudah untuk dikuantifikasikan dalam bentuk denominasi uang sehingga tidak dicantumkan dalam laporan keuangan. Namun sangat-sangat penting kontribusinya bagi kinerja setiap perusahaan. Misalnya apa? pegawai, pelanggan, model bisnis, SOP, mitra/supplier, dsb. dan tentunya termasuk Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) mis. patent, merk dagang, copyright.
Pegawai yang etos kerjanya bagus, kreatif-inovatif, well versed dg perkembangan teknologi informasi terkini adalah asset yang sangat penting bagi perusahaan.
Pelanggan yang jumlahnya besar, apalagi yang top 20% adalah asset yang menyumbangkan 80% dari pendapatan perusahaan. Maka mutlak perlu bagi perusahaan untuk mengenali siapa saja mereka, apa trend behaviour nya, preferensi/kesukaannya, pola pembelanjaannya.
Dalam jaman disrupsi-inovatif seperti sekarang ini, model bisnis adalah rahasia dagang yang menentukan sebuah perusahaan dapat melaju sukses atau terjerembab relatif terhadap para pesaing atau penyedia pengganti. Model Bisnis jaman sekarang harus lincah, gesit, atau Agile. Ini membutuhkan kecerdasan untuk mengantisipasi dan merancangnya.
SOP adalah hal lain yang dapat menjadi asset perusahaan tetapi mudah menggelincir menjadi liability manakala tidak pernah di-update sesuai dinamika bisnis sesungguhnya. SOP dimaksudkan untuk menjaga konsistensi sistem usaha, memudahkan transfer of knowledge ketika rotasi pegawai, atau pengarahan para pegawai baru, dst. SOP yang kadaluarsa tentu tidak ada manfaatnya selain sebagai bukti dokumentasi belaka.
Mitra usaha adalah kekayaan perusahaan. Jaman sekarang tidak mungkin lagi segala sesuatu perusahaan harus memilikinya sendiri inhouse. Bayangkan jika pegawai anda hobi minum kopi lantas management membangun pabrik kopi sendiri. Kepandaian memilih memilah calon menjadi mitra adalah keahlian perusahaan. Mitra yang baik adalah partner in performance. Tumbuh kembang bersama-sama. Mitra yang happy doing business with you, adalah yang dicari. Karena, perusahaan tergantung pada mitra untuk dapat menghasilkan produk/jasa yang anda jual.
Contoh-contoh non-tangible assets seperti disebutkan diatas tidak ada nilai Rp nya dalam laporan keuangan namun jelas sekali sangat penting guna menunjang kinerja keuangan perusahaan.
Jika masih tidak yakin, coba saja abaikan. Perusahaan baru akan menyadari bahwa itu semua adalah assets ketika kehilangan. Tapi saat tersebut sudah terlambat karena assets nya sudah berpindah ke kompetitor anda.
Untuk pertanyaan atau diskusi lebih lanjut silahkan melalui WA/Telegram ke +62 8389 250 2888, atau melalui email ke devone.advisory@gmail.com.

Comments
Post a Comment