Romantika Jaman Pandemi 2
Berita mass media dan sosmed didominasi oleh berita mengenai Covid 19 masih. Omicron terkini.
Info jumlah penderita positif per hari, berapa yang meninggal, penuhnya IGD rumah sakit sehingga penderita kesulitan, dsb. mudah sekali anda dapatkan. Sebelum ini hangat pembicaraan mengenai booster vaksin. Sebelum itu mengenai Ivermectin obat cacing murah pembunuh Covid19. Sebelumnya mengenai vaksin mana yang paling baik. Sebelumnya mengenai perlu apa tidak vaksin (tentunya diselingi dengan teori konspirasi global, dst).
Ketika vaksin untuk Covid 19 masih hangat sekali jadi topik pembicaraan, yang diikuti berita pemerintah telah gerak cepat nge-book sekian juta vaksin dari pabrikan dan mulai berdatangan, maka saham-saham perusahaan farma pada membubung seperti INAF, KAEF, dsb. Sekarang, saham tersebut ndlosor seperti saham pada umumnya. Padahal IHSG sudah nembus 6,810.
Belum lama lalu, ramai perbincangan mengenai kewajiban karantina yang cepat sekali naik dari semula 3 hari menjadi 7 hari naik lagi menjadi 10 hari dalam kurun singkat. Alasannya, untuk menangkal virus Omicron masuk ke Indonesia, walaupun sulit membuktikan saat itu bahwa Omicron belum jalan-jalan disini. Sekarang karantina turun menjadi 5 (lima) hari saja ketika Omicron sudah jelas terbukti masuk disini. Bedanya, Jabodetabek, Bali sekarang naik level PPKM nya menjadi 3.
Topik IKN menjadi topik hot pada kurun waktu bersamaan. Perlu apa tidak, urgen apa tidak IKN pindah dalam periode Presiden Jokowi jilid 2 ini. Kenapa lokasi tersebut yang dipilih, transparansi pertimbangan pengambilan keputusan sampai pembuatan UU, banyak juga yang bertanya. Topik ini melahirkan fenomena beberapa publik figure yang dikenal non-parpol selama ini, menjadi berada pada satu sisi dengan kubu oposisi. Padahal mereka bukan.
Pembangunan infrastuktur digenjot betul oleh pemerintah, namun ada fakta yang menunjukkan prioritasnya perlu ditinjau kembali karena beberapa hasil proyek pemanfaatannya ternyata rendah seperti Bandara Kertajati, jalan tol Becakayu.
Rest Area di Gunung Mas Puncak juga mengundang pertanyaan apa betul sih urgen dibangun. Sebelumnya disitu sudah ada "rest area" tradisional dan baik-baik saja.
Sebagai pelaku usaha, kita menjadi bertanya apa sih legacy yang akan ditinggalkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi jilid 2 ini. Bisnis secara umum masih lesu. Tidak mudah mengenerate revenue pada masa sekarang-sekarang ini.
Salam sehat, jalankan prokes selalu.
Comments
Post a Comment