Yu Kanti
Yu Kanti adalah ART yang bekerja mengurus kami sejak tahun 1988 (sebelum kami belum punya anak, alias baru married) sampai dengan sekitar tahun 2013 ketika anak bungsu kami (anak ke 3) sudah mulai kuliah tingkat 1. Bahkan, niatnya bila si bungsu masuk ke FK UGM dia mau ikut menemani tinggal di Jogya. Ketiga anak kami menganggap si Yu sebagai emaknya sendiri. Hubungan mereka sangat dekat di hati sampai sekarang walau jauh di mata. Pada pengumuman SIMAK tahun 2012, si bungsu ternyata diterima masuk di FK UI Inter. Maka berubahlah rencana Yu.
Yu minta berhenti karena ingin menikmati masa pensiun, menikmati hasil kerjanya selama ini. Yaitu antara lain berupa 2 buah rumah cukup besar dengan kusen dan jendela dari kayu jati dan sawah, serta ladang. Sebagai seorang janda tanpa anak dia menjadi tumpuan para adik dan keponakan ketika dibutuhkan.
Kami menganggap Yu sudah sebagai bagian dari keluarga sendiri sampai saat ini. Sangat kami percayai. Hobinya memang mengurus rumah, tidak bisa diam, tenaganya sangat kuat untuk ukuran usianya, walaupun dia seorang buta huruf.
Sebelum dia memutuskan tanggal untuk pulkam, dia mencari dan mendidik penggantinya secara parallel run selama 2 bulan. Sungguh besar rasa tanggungjawabnya. Kami merasa bersyukur dan berterima kasih padanya. Hubungan kami masih terpelihara baik sekali.
Sekarang ketika kami sudah kembali modal, alias berdua lagi, mencari ART pengganti Waini yang menikah lagi, sudah sulit karena orang-orang dari daerah lebih suka bekerja di restoran, kerja siang hari malam bisa pulang kerumah sendiri. Cek dengan teman-teman dan saudara ternyata case nya setali tiga wang. Sulit mencari ART.
Mungkin ART bukan lagi profesi yang membanggakan lagi. Lebih keren menjadi TKI di negeri jiran atau ke Saudi Arabia sekalian, dengan segala resikonya.
Jadi manteman yang sudah usia diatas 60 tahun perlu menyiapkan mental untuk dapat mengurus rumah sendiri sedari sekarang. Jika anda masih punya ART yang setia, mungkin anda termasuk yang sangat beruntung.
Kabar baiknya, pekerjaan rumah jika dikerjakan dengan hati gembira ternyata oke saja. Tantangan bagi saya pribadi adalah belajar memasak. Sesuatu yang sebenarnya perlu saya belajar sedari dulu karena ternyata fun. Jangan sampai ketinggalan sama anak-anak dan menantu yang pada piawai memasak sendiri dari pastries, pasta, Chinese dishes, steak, Wellington beef, sampai paella pun bisa.
Kedepan, Retirement Home sepertinya akan menjadi kebutuhan dan trend di Indonesia mengingat generasi usia 60 tahun keatas pada tahun 2022 ini sudah cukup banyak. Caregiver akan menjadi profesi on high demand dalam 7-8 tahun kedepan.
Yang harus kita lakukan adalah menjaga kesehatan, berolahraga dengan benar dan teratur agar tetap dapat menikmati hidup bahagia bersama orang-orang yang kita cintai dan teman-teman.
Salam sehat dan jangan lengah terapkan prokes selalu.
Cheers !
Comments
Post a Comment