PASAR GEDHE 2
Itu pakai kalo pake internet biasa.
Kalo pake dark internet, konon, bisa jual beli organ tubuh, senjata/bahan peledak, narkoba, binatang langka, dan lain-lain yang tidak mungkin dijual secara terbuka.
Dengan jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia yang saat ini konon sekitar 270juta jiwa, Indonesia merupakan pasar sangat besar setelah RRC, USA, dan India.
Bedanya RRC merupakan negara produsen segala macam kebutuhan dari makanan, buah-buahan, elektronik, apparel, mobil, motor, kereta maglev, sampai alutsista canggih.
India juga produsen. Tapi utamanya bukan barang melainkan SDM unggul. Maka tidak usah heran CEO perusahaan besar dunia banyak yang berasal dari India. Alumni Indian Institute of Technology (IIT) tidak kalah moncer dengan alumni MIT. Ada juga barang-barang made in India cukup terkenal disini seperti Bajaj, sepeda motor, kain, dan tentunya film, musik.
Amerika nomor satu sebagai produsen alutsista, kekayaan intelektual, keahlian financial services dan engineering, film, musik, dan keahlian marketing. Tak perlu diragukan keahlian memainkan peran dalam percaturan geo politik di bagian dunia manapun. Terkecuali dunia sebelah barangkali.
Bagaimana dengan Indonesia tercinta? Sudah lama manufacturing Indonesia mati suri. Mau kembangkan sendiri kemampuan dalam negeri bagai berpacu dengan waktu lawan pabrikan dari Korea, Jepang, Taiwan, bahkan Vietnam. Kendala masih banyak bukan hanya know how, tapi juga dalam modal, knowledge, birokrasi perijinan, skilled labour, sampai bahan baku produksi kadang masih harus impor. Bahkan kedele, beras, bawang merah, daging, bawang putih, masih sekali-sekali impor untuk nambel kebutuhan. Minyak gorengpun pernah sampai langka, konon, rakyat sampai ngantre di supermarkt karena outlet dekat rumah seperti Alfamart Indomart pada kosong (padahal negri produsen sawit terbesar di planet bumi setelah mengonversi hutan hujan demikian luas dengan segala resikonya).
Kabar baiknya, Indonesia masih dipandang sebagai pasar yang besar. Apa saja laku dijual. Khususnya barang-barang berkelas yang di negri lain pasarnya niche (ceruk kecil) disini besar peminatnya. Ambil contoh tas dan apparel ber merk, sepeda, mobil, motor, elektronik, kereta cepat, kapal selam, VLCC, sampai pesawat tempur canggih.
Yang dibutuhkan cuma uang untuk membeli dan SDM yang cukup pintar untuk jadi first level support. Selebihnya happy happy dulu lah.
Kabar baik ikutannya adalah pasar besar akan dijaga oleh produsen dan penjual agar tetap aman. Karena kalo sampai rusuh, tidak bisa mereka jualan. Lebih canggih lagi produsen ikut bermain politik dalam negeri menggunakan avatar. Sebelum ada Meta Verse, di Indonesia avatar nyata sudah banyak dimanfaatkan pihak luar sejak jaman dulu. Dari individu sampai LSM.
Jadi?
Yah selama kita masih puas sebatas kenyang dan nyaman dengan diri dan kelompok sendiri saja dalam jangka pendek dan tidak begitu peduli dengan kelompok lain walau warna kulit, tempat tinggal, dan selera makan sama ya kita akan terus ber balapan tikus (rat race) sebagai pembeli yang mudah dimanipulasi oleh produsen.
Semoga para pemimpin dan rakyat Indonesia semakin sehat jasmani rohani sehingga mampu berpikir dengan lebih jernih lagi. Kalo bisa self-less luar biasa. Kalo tidak, minimal egonya dikurangi banyak lah. Kurangi korupsi. Lebih banyak memberi, setelah ambil secukupnya untuk hidup layaknya orang descent.
Oops ... jangan terlalu sibuk mikirin akherat ... belum pernah ada yang kembali untuk berikan testimoni. Jika anda sangat yakin, feel free untuk segera mencoba sendiri.
***
Comments
Post a Comment