KAWRUH JAWA

Tulisan dibawah ini tidak jelas siapa penulisnya namun isinya bagus sekali untuk diketahui masyarakat luas. Oleh karena itu saya mohon ijin untuk posting disini (blog Ignite Hope). Semoga damai dan kebahagiaan kesejahteraan selalu menyertai kita semua. 

Terima kasih kepada penulisnya 🙏

Salam

Oom Soe


Quote

KAWRUH JAWA

Ada yang menarik bagi saya dalam budaya Jawa, yaitu konsep Tuhan. 

Konsep Tuhan dalam budaya Jawa itu unik,  khas, dan berbeda dengan konsep Tuhan dalam budaya bangsa lain, yg sering memberikan gambaran Tuhan dg sifat manusia seperti: senang, marah, cemburu, menghukum, dsb.

SPIRITUALITAS JAWA tidak pernah menggambarkan Tuhan dengan konsep sebagai sosok personal atau sosok hebat di atas langit yg bebas melakukan apa saja terhadap manusia seperti menguji, memerintah, melarang, menghukum atau memberikan hadiah dengan berbagai atribut serta perilaku manusia yang lainnya. Intinya Tuhan berbeda dengan makhluk apa pun termasuk manusia dgn sifatnya yg dipengaruhi ego.

Dalam spiritualitas Jawa, sosok TUHAN sering disebut dengan istilah Hurip ( Hidup ) atau Sang Hyang Hurip / Yang Maha Hidup, Kang murbeng dumadi.

Konsep ini bersifat abstrak dan universal berbeda dengan konsep tentang Tuhan sebagai sosok yang bersifat anthropomorfis tadi (serupa dengan manusia). 

Itulah sebabnya dalam spiritualitas Jawa tidak ada istilah menyenangkan Tuhan, memperjuangkan Tuhan, membela Tuhan,  ataupun bahkan berperang atas nama Tuhan,  karena Tuhan dipahami sebagai Sumber, Dasar dan Tujuan dari segala sesuatu, kekuatan kehidupan itu sendiri. 

( Sangkan Paraning Dumadi ).

Dengan demikian, spiritualitas Jawa dapat menghargai dan hidup harmonis selaras dengan keyakinan dan kepercayaan lain karena menganggap semua itu berasal dari Tuhan,  sehingga tidak ada persaingan untuk menunjukkan atau berebut mengenai Tuhan ini milik siapa yg lebih benar, karena semuanya toh juga berasal dan akan kembali kepada Tuhan juga tanpa ada pembedaan dan diskriminasi sedikitpun. 

Itu sebabnya juga dulu orang Jawa bisa menerima dan mempersilahkan agama (apa pun) dari bangsa-bangsa asing untuk bisa masuk,  hidup dan berkembang di tanah Jawa._

Sayangnya pada akhirnya tidak sedikit dari pemeluk agama itu yg kemudian berkembang menjadi arogan, ekspansif dan bahkan ingin menghilangkan,  bahkan mengusir sang tuan rumah dari tanahnya sendiri. 

Spiritualitas Jawa tidak pernah bicara tentang usaha mendominasi untuk menguasai dan mengatur seluruh dunia ke dalam satu sistem yg seragam dan sama.

Spiritualitas Jawa menghargai keragaman dan perbedaan secara sebenarnya, bukan basa-basi di mulut saja. 

Karena sifatnya yg demikian, maka spiritualitas Jawa juga tidak sibuk mengatur ttg perilaku manusia,  melainkan sekedar berusaha membangkitkan kesadaran manusia, agar dg kesadaran diri itu manusia bisa mengatur dirinya sendiri dgn lebih baik. 

Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan doktrin yang kaku dan tidak boleh diubah,  krn menyadari bahwa pengertian manusia akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan tingkat kesadarannya seiring waktu. 

Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan sistem dan lembaga yg cenderung akan menciptakan penjara  baru bagi umat manusia. Tidak menciptakan dokumentasi yg mati dan kaku krn menyadari bahwa kitab sejati letaknya ada di hati nurani dan sanubari manusia yg terdalam, karena di situlah manusia akan bisa memahami Tuhan yang sejati dan bukan Tuhan yang sekedar sebagai "berhala mental" saja. 

Spiritualitas Jawa juga tidak menciptakan teror, menakut-nakuti, maupun ancaman,  juga tidak ingin menciptakan perbudakan thd manusia berdasarkan ancaman dan rasa takut. 

Hanya ada welas asih, karena welas asih adalah sifat dan hakikat  Tuhan yang sejati. 

MEMAYU HAYUNING BAWONO 

(selalu berupaya membuat duna menjadi tempat lebih baik agar selamat lahir batin)

SURA DIRA JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI

(Keberanian, kedigdayaan, kekuasaan,  angkara murka, akan lebur oleh kesabaran kelembutan)

JAYA JAYA WIJAYANTI

(itulah kemenangan yang akan mendatangkan kemakmuran dan kesejahteraan)

RAHAYU SAGUNG DUMADI

(Semoga keselamatan, kedamaian, kesejahteraan akan selalu bersama kita sebagai makhluk Nya)

MUGI RAHAYU JANMA KANG BEBUDI RAHAYU

(Semoga keselamatan kesejahteraan selalu menyertai mereka yang berlaku baik pada sesama)


Semoga budaya yang begitu luhur dan indah dari leluhur tanah Jawa ini, tidak dilupakan begitu saja oleh anak cucunya sendiri 🙏🙏

Unquote

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan