SANGIRAN-KOK



Alkisah ada sebuah negeri bayangan di abad 21 ini. Negeri indah dengan beribu pulau yang sangat kaya dengan SDA. Iklimnya hanya dua yaitu hujan dan kemarau. Sawah ladang bisa ditanam dan dipanen sepanjang tahun. Tanaman padi ada yang dapat dipanen 3 (tiga) kali dalam setahun. Ikan, udang banyak terkandung di sungai-sungai dan lautnya. Sumber air terdapat di banyak daratan secara berlimpah walaupun di beberapa daerah memang ada yang sulit air.

Penduduknya terdiri dari banyak suku tersebar di ribuan pulau besar dan kecil dengan bahasa daerah masing-masing. Untung sekali, tahun 1908 para pionir, intelektual negeri tersebut sudah mampu menyepakati sumpah Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tumpah Darah. Luar biasa tahun-tahun segitu sudah mampu bervisi universal jauh kedepan. Apapun suku, agama, ras, aliran kepercayaannya tidak masalah asalkan didalam dadanya tertanam sumpah sakti tersebut. Tidak kalah dengan mimpi negeri adidaya seperti Amerika.

Yang membuatnya istimewa: penduduk negeri ini punya semangat kerja yang tidak pernah pupus. Tidak gampang menyerah. Selalu menggunakan akal pikirannya karena disadari bahwa ini karunia Sang Maha Pencipta paling berharga. Akal dan pikiran.

Boleh saja, sekali-sekali kejeblos tapi penduduk negeri ini tidak pernah menyerah. Coba lagi dan coba lagi sampai berhasil. Membanggakan bukan? Mereka sering berantem berbeda pendapat tapi pada akhir hari mereka, dimotori oleh golongan menengah yang berpikir dan berkelakuan terhormat (descent), selalu mampu menahan diri untuk tidak emosi dan mencari solusi win-win. Berat memang namun mereka tidak gampang menyerah.

Mereka dulu dilecehkan sebagai bangsa kuli. Sama dengan Bangsa Tua (Tiong Hwa) yang dilecehkan oleh bangsa barat selama ratusan tahun, namun justru sekarang sudah bangkit menjadi salah satu raksasa dunia yang disegani. Terlepas dibilang belum (atau bukan) demokrasi paham sistem politiknya. "Mau kucing warna hitam atau putih tidak masalah, yang penting mampu menangkap tikus",  kata pemimpin pembaharunya dulu.

(bersambung)

SP28Des22

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan