DIPONEGORO

 


Perang Jawa 1825-1830 mengingatkan kita semua pada Kanjeng Pangeran Diponegoro sebagai pemimpinnya. Ketidak-adilan yang dilakukan Kolonial Belanda terhadapnya sungguh tidak dapat diterima. Mematok tanah orang untuk membangun jalan raya tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya. 

Dalam budaya Jawa ada pepatah bunyinya : "sedumuk bathuk, senyari bumi"  yang terjemahan bebasnya adalah perselisihan dikarenakan "seorang wanita atau sejengkal tanah" dapat memicu perkelahian fatal hingga peperangan. Sepertinya ini berlaku universal ya.

Tidak pernah terjelaskan atas dasar apa atau atas ijin siapa Belanda membangun jalan raya diatas  tanah keluarga Pangeran Diponegoro di desa Tegalrejo Yogyakarta. Yang jelas, sang Pangeran merasa tidak pernah diajak rembugan terlebih dahulu. 

Tokoh besar ini tentu punya alasan kuat sehingga mengangkat senjata, dan mendapatkan banyak simpati dari berbagai kalangan serta pemimpin berbagai daerah yang secara sukarela kemudian mengirimkan laskarnya. 

Perang Jawa berlangsung kuranglebih selama 5 tahun. Bukan waktu yang pendek. Biaya, konsekuensi, dan korban yang diderita oleh kedua pihak tentu tidak kecil.

Kita sebagai bangsa mungkin banyak yang sebenarnya tidak terlalu tahu tentang sosok pemimpin ini lebih dekat. Bagaimana dia bersikap, apa cita-cita untuk negerinya, bagaimana kualitasnya sebagai pemimpin (wilayah maupun agama), nilai atau prinsip apa yang dapat dijadikan teladan bagi generasi sekarang darinya, dst.

Beruntung ada  Professor Dr Peter Carey, seorang sejarawan asal Inggris, yang mengkhususkan diri pada sejarah modern Indonesia, terutama Jawa. Beliau adalah Laithwaite Fellow at Modern History di Kolese Trinity, Universitas Oxford, UK (1979-2008). Karya pentingnya berfokus pada periode Inggris di Jawa (1811-1816) dan Perang Jawa (1825-1830). Beliau menjadi Adjunct Professor di Fakutas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia sejak tahun 2013.

Stay tune untuk perkembangan exciting karya beliau selanjutnya !


Jakarta, Sabtu Kliwon 18 Feb 2023 bertepatan dengan Hari Besar Isra' Mi'raj.
Soegeng Priyono

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan