Albert Einstein dan Berdirinya Negara Israel


Albert Einstein adalah seorang theoretical physicist tersohor dunia peraih hadiah Nobel Fisika tahun 1921. Lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Germany, dari pasangan orang tua Yahudi. 

Lama mengusik rasa keingintahuan saya. Kira-kira apa pendapat pak Einstein tentang berdirinya negara Israel. Sebagai ilmuwan, politik barangkali bukanlah dunianya. Namun sebagai figur yang iconic, tentu bikin penasaran juga seperti apa sih pendapatnya.

Beruntung, sejarawan Oxford Prof Dr Peter Carey masih menyimpan copy dari sebuah dokumen tua seperti pada image diatas. 

Surat tertanggal 10 April 1948 ditujukan kepada Mr Shepard Rifkin, executive director dari organisasi American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel. Alamatnya 149 Second Ave New York.

Dalam surat tersebut Einstein menyampaikan bahwa di kelak kemudian hari jika terjadi bencana, kerusuhan, perang dst. menimpa bangsa Israel, pihak pertama yang bertanggung jawab adalah Pemerintah Inggris. Kedua adalah organisasi (yang Einstein sebut) teroris dari kaum Yahudi sendiri. Ia tidak mau bertemu siapapun yang berkaitan dengan orang-orang salah arah dan kriminal tersebut.

Negara Israel dideklarasikan oleh David Ben Gurion, sang pemimpin organisasi teroris yang dimaksud Einstein, pada tanggal 14 Mei 1948, kira-kira sebulan setelah surat tersebut ditulis.

Kilas balik singkat kebelakang. 

Pada tahun 1517,  Kekaisaran Ottoman menaklukkan wilayah Timur Tengah termasuk Palestina. Dua ratus tahun kemudian, Inggris mengalahkan Ottoman pada tahun 1917. Pada tahun itu Inggris hampir mengalami kekalahan pada Perang Dunia I. Melalui Balfour Declaration pemerintah Inggris menjanjikan kepada Raja Faisal dari Iraq jika menang perang maka seluruh wilayah Timur Tengah bekas Kekaisaran Ottoman akan menjadi satu negara Arab bersatu. Kepada kaum Zionist (Herzl dkk) juga dijanjikan sebuah solusi wilayah yang selama ini diidamkan sebagai The Promised Land. Alasan yang mendasarinya sebenarnya adalah karena Inggris sangat membutuhkan bantuan keuangan Rothschild untuk memenangkan Perang Dunia I. 

Inggris tertarik menguasai wilayah Palestina karena dua alasan utama. Pertama dekat dengan Terusam Suez. Kedua, wilayah tersebut sangat strategis untuk mengontrol Mesir dari arah utara.

Terlihat disini bahwa Inggris bermuka dua dan melakukan perbuatan tercela. Janji mereka langgar dan kelicikannya mengakibatkan bencana dan berbagai persoalan Palestina sampai hari ini. Mustinya Inggris berikan saja Yorkshire atau Wales sebagai tempat berdirinya negara Israel ya. Bukan Palestina.

SP 28.10.2023




Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan