KISAH SPARTACUS



Spartacus hidup sekitar tahun 109 - 71 SM. Ia berasal dari wilayah Thrakia (sekarang bagian dari Bulgaria) dan dikenal sebagai seorang gladiator serta pemimpin pemberontakan budak terbesar dalam sejarah Romawi, yaitu Perang Budak Ketiga (73–71 SM). Bermula dari memimpin pelarian 70 gladiator lainnya hingga berhasil mengumpulkan 90ribu orang yg sebagian besar budak yang melarikan diri. Gugur dalam pertempuran terakhir melawan pasukan Marcus Licinius Crassus; jenazahnya tidak pernah ditemukan.

Spartacus menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan telah menginspirasi banyak karya sastra, film, dan gerakan sosial di era modern. 

Jaman itu Romawi berbentuk Republik. Ada Senat yg sangat punya kuasa, ada konsul, dan ada jendral-jendral dengan legiun tentaranya. 

Julius Cesar saat itu masih anak berusia 16tahun memulai karir sebagai prajurit infanteri rendahan dibawah pimpinan Jendral Crassus. Sudah terlihat keberanian dan kepiawaian bertempurnya di medan laga. Pertempuran demi pertempuran dia lalui dalam perang saudara antara pasukan Romawi dibawah Jendral Crassus di barat dan Jendral Pompey Magnus di timur, melawan bekas-bekas budaknya di selatan yang dipimpin oleh Spartacus yang legendaris.

Pasukan Spartacus intinya berawal dari para gradiator. Rata-rata kemampuan tempur individunya berada diatas kemampuan rata-rata pasukan Romawi. Sulit dikalahkan. Bahkan pasukan Spartacus terus mengumpulkan kemenangan pertempuran demi pertempuran dan pasukannya terus bertambah sampai 200 ribuan orang. Ancaman serius bagi pasukan Romawi yang sudah mulai lelah, lapar, dan menunjukkan tanda-tanda fatigue. Para pemimpin pasukan Crassus malam itu sedang mempertimbangkan untuk mundur dulu karena tidak yakin akan menang jika diteruskan.

Pada saat yang mencekam tersebut, Julius Cesar menampilkan keberanian dan kepemimpinannya dengan  mengusulkan jangan mundur tapi justru tetap maju menyerang namun dengan strategi jitu. Yaitu mengepung camp Spartacus dari barat dan timur di malam buta dan menyerang tiba-tiba begitu fajar menyingsing ketika prajurit Spartacus masih pada enak istirahat. Singkat kata, pasukan Spartacus dapat ditaklukkan dan Spartacus tewas dalam pertempuran menentukan tersebut.

Julius Cesar sejak muda berambisi ingin menjadi orang no.1 di Romawi. Namun dia menyadari untuk sampai kesana diperlukan uang dan pasukan. Dua-duanya dia belum punya. Dengan kemampuan mengontrol diri dan menyembunyikan emosi yang bagus dia memilih tetap setia mendampingi jendral Crassus yang memang asalnya orang kaya. Sedangkan dengan saingan berat Crassus yaitu jendral Pompey Magnus yang punya legiun pasukan lebih besar, Cesar tetap menjaga hubungan. Instink nya mengatakan dia akan membutuhkan keduanya kelak. Dan benar kongsi ketiga orang tersebut sangat terkenal dengan sebutan Triumvirat tidak lama setelah itu.

Pelajaran yang dapat kita petik dari sepenggal sejarah diatas adalah bahwa pemimpin itu dilahirkan dan dibesarkan melalui tempaan berbagai tantangan dan rintangan. Dari situ calon pemimpin belajar segalanya. Tidak ada pemimpin besar yang karbitan, belum teruji dan berhasil memimpin dalam sejarahnya. Pada jaman Romawi ada pemimpin jenis karbitan yang akan dibahas pada lain kesempatan. Akhirnya tragis.

Hal yang perlu kita sadari juga adalah bahwa permainan politik itu berbeda dengan permainan catur dalam artian catur dimainkan oleh seorang maestro dengan bidak-bidak benda mati. Sedangkan dalam politik, bidak-bidaknya adalah orang hidup yang punya pikiran, ambisi, dan perasaan serta bisa berubah pikiran ditengah jalan. Dari kawan menjadi lawan  atau sebaliknya dalam waktu tidak terduga.

Sebagai voters, alangkah baikya jika dapat bersikap tenang, waspada, dan tidap baperan. Apa yang terlihat sesungguhnya tidak seperti yang disangka. Bisa saja bikin kecele terus kecewa. Tidak ada yang baru dibawah matahari. Dibelakang layar bisa saja para politisi yang bertikai ternyata hanya sandiwara belaka. Mesra. Ketawa ketiwi bersama. Bagi-bagi kue. 

Sekian



Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan