ARE WE DONE


Yang kusayangi generasi X, Y, Z dan Alpha Indonesia dimanapun kalian berkarir dan berada, ingatlah bahwa di negeri ini pernah lahir tokoh-tokoh yang pantas kau pelajari kiprahnya dan dapat dijadikan referensi bagimu selanjutnya.

Kali ini kubatasi mereka yang muncul ketokohannya sejak jaman Orde Baru kemari agar mudah bagimu mencari digital footprint-nya e.g. Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, Hoegeng Iman Santoso, Jacob Oetama, Ahmad Syafi'í Ma'arif, Nurcholis Madjid, dan Azyumardi Azra. 


Semua sudah pada berpulang sebelum sebagian besar dari kalian lahir


Nama-nama yang kusebut diatas itu adalah orang-orang yang berjuang sepanjang hayatnya untuk turut membangun Indonesia yang mandiri, kuat, bermartabat sejajar dengan bangsa-bangsa lain, dan mampu menjadi tuanrumah di negeri sendiri.  


Mereka bercita-cita agar bangsa ini punya kesadaran etika, moral, budi pekerti, ethos, dan motivasi yang bagus untuk mendasari profesi masing-masing, sehingga terbentuk sebuah ekosistem bermasyarakat yang baik dan sehat melalui sistem  demokrasi yang cerdas, menjunjung tinggi martabat, menghormati dan menghargai perbedaan.


Kompetisimu akan semakin intens. Apalagi jika kalian berkiprah di negeri lain. Terimalah kenyataan bahwa setiap negara akan memberikan prioritas kepada warga negaranya dulu sebelum membuka peluang bagi kalian.

Apa yang terjadi dengan Indonesia selanjutnya? Game Plan dan Values selama masa Pilpres 2024 yang menentukan pemenangan, sudah tak sama lagi. Uang dan rekayasa aturan telah sangat mempengaruhi pemenangan. Etika dan moral terkesan tidak lagi nomor satu. Para politisi lebih fokus memperdebatkan  aturan legal formal walaupun mungkin kurang pas di hati.


Dengan perkembangan teknologi mencapai tingkat seperti di tahun 2024, dunia semakin terkoneksi. Semua bagian dari semua. Semua mempengaruhi semua. Kekuatan kapital besar sangat menentukan dan sulit dilawan. Jaman Post Truth, kebenaran tidak lagi ditentukan oleh fakta tapi oleh pembentukan opini massa.


Kedepan tentu akan semakin canggih teknologi itu. Bagi yang tertinggal, akan menghadapi konsekuensi kurang diuntungkan.

Dalam bidang Kapital dan Teknologi, kita secara sinergi nasional masih tertinggal. Tidak berarti kalian kalah pandai dari rekan-rekanmu di negeri lain. Namun harus diakui masih kalah dalam kuantitas, kualitas dan kemampuan bekerjasama.

China, Singapore perusahaan teknologinya di backup oleh negara. Perusahaan-perusahaan besarnya begitu kuat. 

Walaupun kalian sulit bersaing dengan mereka. Namun, mereka sesungguhnya menaruh high respect pada kemampuan individu kalian. Oleh karenanya the best  and the brightest akan mereka terima dengan tangan terbuka. Negeri-negeri yang kusebut dibawah ini membuka lebar-lebar peluang bagi kalian misalnya Singapore, Australia, Canada, selain USA, Jepang dan Eropa Barat.


Aku tahu banyak diantara kalian hanya ingin hidup secara profesional, terhormat, tanpa harus ikutan bermain politik karena hatimu tidak disitu. Dan kalian mencintai tantangan profesional sesuai passion kalian masing-masing. Bagimu, please feel free to chase your own rainbow as citizen of the world.

Doaku selalu menyertai kalian.

Salam sehat selalu senantiasa

SP, 6 April 2024

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan