LIVE IN MODERATION

 


Dalam kultur Jawa dikenal perumpamaan: “urip ki mung mampir ngombe”. Hidup di dunia ini bagaikan rehat minum sejenak pada sebuah perjalanan panjang. Jiwa dipercaya hidup terus sampai datangnya Judgment Day at Judgement Place. Dalam skala hitungan kosmis, hidup manusia yang 80-90 tahunan hanyalah selebar debu yocto dibanding umur dunia sejak waktu dihitung berjalan (The Big Bang) 13.8 Milyar tahun yang lalu.

Idealnya sebuah perjalanan jalanilah dengan ikhlas, realistis, dengan semangat positif agar dapat dicapai kehidupan yang bahagia, sehat, sejahtera, penuh cinta, penuh kasih bersama orang-orang yang dicintai. Niscaya hidupmu akan terasa penuh berkah, berkecukupan lahir batin. Nyaman. Percayalah perjuangan dengan bekal situasi batin seperti itu akan jauh lebih menyenangkan dibanding sebaliknya. 



Hidup adalah sebuah perjalanan perjuangan. 

Perjuangan menuju ketingkat yang lebih baik dan lebih tinggi maqomnya: heart-mind-body and soul. Perjuangan itu berbeda untuk masing-masing individu. Metabolisma setiap badan manusia berbeda, sidik jari berbeda, iris berbeda, selera berbeda, bakat/kecenderungan berbeda, preferensi pasti berbeda. So, kenapa musti dibandingkan dengan orang lain. 

No man is an island!



Setiap manusia butuh manusia lain. Maka perlu belajar untuk tidak egois karena akan saling membutuhkan, saling melengkapi. Disini secara alami akan muncul kesepakatan/kearifan universal yang bermula dari rasa hati, etika dan moral sebelum lahir hukum positif.

Ketika seseorang merasa cukup, selesailah dengan dirinya. Berikutnya biasanya adalah keinginan untuk memberi atau berbuat baik bagi sesama dan lingkungan sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta Kehidupan. Memberi itu indah. Memberi itu membahagiakan. Cobalah. 

Sebaliknya bagi yang masih terus haus dan lapar, barangkali tidak akan pernah ada ujung akhirnya. Bagaikan minum air laut yang tidak melenyapkan dahaga sama sekali.

Orang beruntung adalah yang dapat merasa cukup. Kebutuhan pokok (pangan, sandang, papan, kesehatan, rekreasi) tercukupi. Badan sehat, anak-anak mandiri dan sehat sejahtera hidupnya. Last but not least: punya banyak teman untuk grow-old bersama-sama. Ketawa, olahraga, berrekreasi bersama.

SP, Jakarta 5 April 2024

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan