Politisi Siapa yang Bayar (Bag I)

Judulnya memang provokatif. Tapi sabar dulu ya :))

Maksud tulisan ini untuk membuka pikiran kita semua, bagaimana sih sebenarnya bila seorang anak muda yg baru lulus SMA atau perguruan tinggi ingin melanjutkan cita-citanya. Apakah jika masuk partai politik dan berkarir disitu akan dapat penghasilan cukup untuk menghidupi diri dan keluarga.

Kalo ya, bagus. Karena selain menjadi pegawai swasta, Aparatur Sipil Negara (ASN), pengusaha (enrepreneur), tentara, polisi sekarang tersedia alternatif lain: menjadi anggota partai politik.

Tapi apakah anggota parpol digaji. Atau sifatnya sukarela seperti aktivis. Atau malah ada iuran anggota seperti Koperasi. Anggota biasa membayar sedangkan Pengurus DPD / DPP mendapat gaji. Darimana uang pembayar gaji dll. Sungguh penulis tidak tahu.

Kalo perhatikan poltisi-politisi muda seperti Dave Laksono, Jerry Sambuaga, Hanum - Mumtaz Rais, Gibran, Kaesang, Grace Natalie, dst. kelihatannya mereka cukup makmur hidupnya walaupun tidak sedang menduduki jabatan publik seperti AHY dan Dito Menpora. Bermain politik keliatannya sebuah fulltime job, alias tidak dapat disambi. 

Bagaimana dengan figur seperti Ganjar Pranomo, Anies Baswedan mantan capres. Bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya dengan standar tertentu yang cukup tinggi. Sementara belum lama lalu mereka fulltime di politik dan sepertinya tidak mungkin sambil bekerja konvensional. Atau cuti dari pekerjaan utamanya (bila ada). Lha wong presiden saja kampanye tanpa ambil cuti kok.  Menarik untuk diketahui masyarakat khususnya generasi X, Y, Z yang tertarik berkarir di dunia politik.

Namanya partai politik sebagai entitas (belum tentu badan hukum) apakah punya business model. Uang masuk, uang keluar. Bagaimana pengelolaan dan pembukuannya mengingat belum terdengar ada Standar Akuntansi Indonesia untuk partai politik. Atau parpol murni mendapat sumbangan just in time dari simpatisannya. Bagaimana transparansi dan akuntabiitasnya. Sungguh gelap bagi rata-rata anggota masyarakat.

Tulisan pendek ini dimaksudkan sebagai pembuka saja yang nanti dapat dilanjutkan. Bila pembaca berkenan memberikan komentarnya,  akan appreciated sekali.


SP 20May2024



Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan