INDEPENDENT MIND

Saya bicara tentang di Indonesia.

Independent mind atau pemikir bebas masih belum menjadi sesuatu yang penting karena biasanya terus ditambahi dengan harus bertanggungjawab. Maksudnya bagaimana? maksudnya jangan terlalu bertentanganlah dengan kebijakan penguasa karena dapat membahayakan kedua pihak :))

Atau sebaliknya, pemikir yang bawah sadarnya punya "dendam" terhadap penguasa sehingga buah pikirannya terkesan selalu bertentangan dengan otoritas.

Opsi ke 3 adalah yang disebut Pemikir Bebas. Bebas membuahkan pikiran berdasarkan pada pengamatannya akan apa yang sedang berlangsung, pada bisikan hati nurani, pada ide-ide baru yang orisinal karena konek dengan frekuensi universe yang kebetulan nyetrum dia pada saat tertentu.

Yang terakhir itu kemungkinan besar sama dengan yang dialami para Nabi, figur iconic seperti Leonardo da Vinci, Nostradamus, Prabu Jayabaya, Mpu Kanwa-Sedah-Panuluh, Carl Sagan, Gene Roddenberry dsb.

Padahal pemikir bebas, lebih sering daripada tidak, tidak mempunyai niat mengambil hati siapapun,  meninggikan diri sendiri merendahkan orang lain, atau jargon sekarang jadi buzzers pihak tertentu demi keuntungan materi.

Tidak.

Pemikir bebas membuahkan pikiran karena itu expresi panggilan jiwanya. Bagian dari Misi hidupnya. Niat untuk memberikan sesuatu bagi lingkungannya. Terlepas mau dibaca, diappresiasi atau tidak.

Masyarakatlah umumlah yang seharusnya punya keterbukaan pikiran agar dapat mengenali beautiful mind/heart yang lahir dari ekosistemnya.

Pada ekosistem masyarakat yang belum beradab tentu cenderung akan reaktif, cenderung represif. Semua yg dipandang manghalangi atau bertentangan dengan maunya penguasa akan di-coerce, diintimidasi, sampai dimatikan bila perlu. 

Semoga Indoniesia termasuk yang beradab.

Silahkan tuliskan komentar pendapat anda.


SP 21Juli 2024

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan