Surat untuk Mereka yang Tak Pernah Puas

 

Kepada para pejabat yang diberi amanah oleh rakyat,

Anda tidak dipilih untuk berkuasa—Anda ditugaskan untuk melayani. Jabatan bukanlah tameng untuk berfoya-foya, melainkan cermin yang memantulkan harapan jutaan orang. Namun, sebagian dari Anda telah keliru memaknai hak istimewa sebagai hak mutlak, dan tanggung jawab sebagai alat untuk menguasai.

Korupsi bukan sekadar dosa pribadi—ia adalah luka publik. Setiap rupiah yang diselewengkan, setiap kontrak yang dimanipulasi, setiap jabatan yang dijadikan alat tukar demi keuntungan pribadi, perlahan meruntuhkan fondasi republik ini. Ia menumbuhkan rasa apatis, mengikis kepercayaan, dan meninggalkan rakyat dalam kekecewaan.

Mungkin Anda merasa tindakan Anda tak terlihat, bahwa sistem melindungi Anda. Namun kenyataannya: sistem ini sedang berdarah. Dan darah itu bukan milik Anda—itu darah rakyat. Jalanan yang tak kunjung diperbaiki, anak-anak yang belajar tanpa buku, rumah sakit yang kekurangan obat—itulah akibat dari ego yang tak terkendali.

Kepemimpinan menuntut pengorbanan, bukan pelayanan diri. Ia menuntut kerendahan hati, bukan kesombongan. Jika Anda terus berjalan di jalur ini, sejarah tak akan mengingat jabatan Anda—ia akan mengingat kegagalan Anda. Dan rakyat, yang dulu diam, akan bersuara.

Maka saya mengajak Anda: renungkan. Berbenahlah. Pulihkan integritas yang dulu membawa Anda ke kursi jabatan. Sebab jika Anda tak mengubah arah, bukan hanya nama Anda yang tercemar—melainkan masa depan bangsa ini.

Indonesia layak mendapat yang lebih baik. Dan jauh di dalam hati, Anda pun tahu: Anda juga layak menjadi lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan