Ignite Hope 17-8-2026
Oleh: Soegeng Priyono
Tanggal 17 Agustus 2026 Indonesia genap berusia 81 tahun. Sebuah perjalanan panjang, lebih tua dari Singapura, India, dan Vietnam. Namun, ironisnya, capaian pembangunan bangsa kita justru tertinggal dibanding mereka.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang besar. Tetapi potensi itu sering tersandera oleh politik yang berputar-putar, hukum yang complicated, dan birokrasi yang menghabiskan energi bangsa. Konon, 80% belanja negara habis untuk ongkos birokrasi, sementara kurang dari 10% kembali ke rakyat dalam bentuk pendidikan, kesehatan, pangan, dan infrastruktur.
Korupsi masih massif. Penanganan mega korupsi berjalan lambat, tidak transparan, dan tidak tegas. Rakyat pun bingung: siapa penegak hukum, siapa pelanggar hukum? Antara aparat negara dan mobs, batasnya semakin kabur.
Alih-alih bekerja nyata, banyak pengelola kekayaan negara sibuk membangun citra. Data capaian digembungkan empat kali lipat agar kursi jabatan aman. Publik pun kehilangan kepercayaan. Apa yang diumumkan pemerintah, harus diberi “diskon” setidaknya 50%.
Masalah sederhana, seperti ijazah, bisa dibuat rumit dan berlarut-larut. Mens rea bersembunyi di balik tafsir hukum yang nir moral dan etika.
Kini, pertanyaan besar muncul: Akankah Indonesia membaik setelah usia 81 tahun? Harapan berkata: harus iya. Tetapi hati kecil berbisik: mungkin.
Lalu bagaimana rakyat sebaiknya bersikap?
- Pertama, jangan kehilangan suara kritis. Demokrasi hanya hidup bila rakyat berani bersuara.
- Kedua, fokus pada integritas pribadi. Jika sistem besar rapuh, kekuatan kecil dari individu jujur bisa menjadi fondasi baru.
- Ketiga, dorong transparansi. Jangan berhenti menuntut data yang jujur, kebijakan yang jelas, dan kepemimpinan yang beretika.
Indonesia 81 tahun adalah cermin: apakah kita hanya bangsa yang tua, atau bangsa yang dewasa? Jawabannya ada pada rakyatnya.
Terima kasih sudah mendengarkan dan membaca Ignite Hope Indonesia di Spotify dan Blog nya. Mari kita terus menjaga harapan, meski hati kecil kadang ragu. Karena bangsa ini tidak akan berubah tanpa rakyat yang berani berharap, berani bersuara, dan berani bertindak.

Comments
Post a Comment