Terjerat di Puncak Kekuasaan

 

Soegeng Priyono

Mari kita bahas sebuah fenomena yang sering menimbulkan kontroversi: kepala negara atau kepala pemerintahan yang merangkap jabatan sebagai ketua partai politik, bahkan kadang masih aktif sebagai pelaku bisnis.

Politik dan Partai  

Di banyak negara dengan sistem parlementer, hal ini dianggap normal. Perdana Menteri Inggris, Jerman, Jepang, atau Australia biasanya sekaligus ketua partai mayoritas. Sistem ini membuat garis komando jelas: partai menang, pemimpinnya memimpin pemerintahan.

Namun di sistem presidensial, seperti Indonesia atau Amerika Serikat, praktik ini lebih problematis. Presiden Indonesia bisa sekaligus ketua partai, sementara di AS presiden bukan ketua partai resmi, meski tetap menjadi figur dominan.

Politik dan Bisnis

Merangkap jabatan sebagai pelaku bisnis jauh lebih berisiko. Di negara demokrasi modern, aturan etika melarang kepala negara aktif mengelola bisnis karena konflik kepentingan. Donald Trump di AS dan Silvio Berlusconi di Italia adalah contoh kontroversial: keduanya tetap terhubung dengan bisnis besar saat menjabat, sehingga publik mempertanyakan apakah kebijakan mereka benar-benar untuk rakyat atau untuk kepentingan pribadi.

Risiko dan Dampak  

Rangkap jabatan politik–partai–bisnis menimbulkan risiko serius:

  • Kebijakan publik bisa diarahkan untuk menguntungkan kelompok tertentu.
  • Fungsi oposisi dan pengawasan melemah.
  • Kepercayaan rakyat terhadap institusi negara merosot tajam.

Di negara dengan kelembagaan lemah, praktik ini lebih sering terjadi, dan dampaknya bisa menghancurkan fondasi demokrasi.

Penutup  

Pertanyaannya: apakah rangkap jabatan ini sebuah kekuatan atau justru racun bagi demokrasi? Jawabannya bergantung pada transparansi, etika, dan keberanian rakyat untuk terus mengawasi.

Karena pada akhirnya, demokrasi bukan hanya soal siapa yang berkuasa, tetapi bagaimana kekuasaan itu digunakan.

Terima kasih sudah mendengar dan membaca Ignite Hope Indonesia. Mari kita terus kritis, karena suara rakyat adalah benteng terakhir melawan konflik kepentingan di puncak kekuasaan.

Comments

Popular posts from this blog

SUNYI DI TENGAH REPUBLIK

Jejak Imlek di Benteng Heritage

BUMN, Pekerjaan, dan ROI Kekuasaan