Posts

DIGITAL PLATFORM FOR PROFESSIONAL CERTIFICATIONS

Image
Nowadays professionals are accustomed to working from anywhere, anytime. Meeting new people, new prospects, working on project at different time and place. Communication, collaboration and coordination (3C) among stakeholders are conducted asynchronously. Included here is  Professional Certification process. 

 Doing it online enables LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) to extend the reach of services to wider audience anywhere with existing limited number of assessors without having the trouble to establish physical TUK (Tempat Uji Kompetensi) nationwide and spend travel and accommodation expenses. 

 Currently there  are more than 2.000 LSPs registered at BNSP (the national professional certification body - under the president). Some LSPs have already got system (offline and or online) in place but many more are still in manual or semi manual.

 Well, not all certifications process can be carried out online, at least there are still phobia, for example those that req...

SANGIRAN-KOK

Image
Alkisah ada sebuah negeri bayangan di abad 21 ini. Negeri indah dengan beribu pulau yang sangat kaya dengan SDA. Iklimnya hanya dua yaitu hujan dan kemarau. Sawah ladang bisa ditanam dan dipanen sepanjang tahun. Tanaman padi ada yang dapat dipanen 3 (tiga) kali dalam setahun. Ikan, udang banyak terkandung di sungai-sungai dan lautnya. Sumber air terdapat di banyak daratan secara berlimpah walaupun di beberapa daerah memang ada yang sulit air. Penduduknya terdiri dari banyak suku tersebar di ribuan pulau besar dan kecil dengan bahasa daerah masing-masing. Untung sekali, tahun 1908 para pionir, intelektual negeri tersebut sudah mampu menyepakati sumpah Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tumpah Darah. Luar biasa tahun-tahun segitu sudah mampu bervisi universal jauh kedepan. Apapun suku, agama, ras, aliran kepercayaannya tidak masalah asalkan didalam dadanya tertanam sumpah sakti tersebut. Tidak kalah dengan mimpi negeri adidaya seperti Amerika. Yang membuatnya istimewa: penduduk negeri ini pu...

Adar and Galadriel

Image
Adar adalah karakter superantagonis. Galadriel protagonis dalam serial film yang sama. Adar Diperankan oleh aktor penyandang disleksia tuli,  Joseph Mawle, yang ketika masih muda mengalami kesulitan membaca.  Morfydd Clark kelahiran Sweden pemeran Galadriel, ketika anak-anak berjuang melawan disleksia dan ADHD ( Attention deficit hyperactivity disorder) sampai terpaksa meninggalkan sekolah pada usia 16tahun. Beruntung keduanya menghabiskan masa pertumbuhanya dinegara yang menyediakan sekolah lengkap bagi anak dengan kebutuhan khusus. Ketika remaja mereka melanjutkan sekolah musik dan theater sampai selesai dan berkarier sebagai aktor sampai sekarang.  Hari in mereka adalah profesional aktor dengan kemampuan akting yang memukau, selain penampilan yang berkarakter kuat.  Akting disana adalah sebuah pekerjaan serius seperti halnya engineer, dokter, lawyer, akuntan, script writer, animator, dsb. Pada umumnya mereka mempunyai latar belakang akademis yang mendukung.  ...

Renungan Natal 2022: DEMOKRASI INDONESIA

Image
Membaca salah satu tulisan yang viral berjudul Senjakala Demokrasi, hati ini agak terusik. Karena bisa misleading bagi mereka yang terbiasa hanya membaca judul, tanpa mencerna isi. Apalagi berpikir kritis terhadap isi tulisan yang disampaikan. Indonesia sebenarnya mengadopsi paham demokrasi sudah sejak lama sekali. Bahkan Pemilu tahun 1955 dikenang sebagai sebuah pemilu yang sangat demokratis. Pemenangnya partai Masyumi. Itu masih jaman Orde Lama loh. Bung Karno dengan alasan situasi kondisi kesiapan bangsa kita waktu itu mencetuskan ide Demokrasi Terpimpin, yang tidak semua aliran politik dapat menerima. Masuk akal barangkali jika sekarang dipikir kembali kenapa dulu beliau usulkan itu. Tahun 1998, Pak Harto turun diteruskan Pak Habibie sebagai presiden. Kejadian-kejadian selanjutnya tidak perlu ditulis lagi karena semua juga masih pada ingat. Terjadi in our lifetime ! Kenyataan saat ini Indonesia menganut paham demokrasi liberal. Lebih liberal dari pada idolanya sendiri: Amerika (USA...

KAWRUH JAWA

Image
Tulisan dibawah ini tidak jelas siapa penulisnya namun isinya bagus sekali untuk diketahui masyarakat luas. Oleh karena itu saya mohon ijin untuk posting disini (blog Ignite Hope). Semoga damai dan kebahagiaan kesejahteraan selalu menyertai kita semua.  Terima kasih kepada penulisnya 🙏 Salam Oom Soe Quote KAWRUH JAWA Ada yang menarik bagi saya dalam budaya Jawa, yaitu konsep Tuhan.  Konsep Tuhan dalam budaya Jawa itu unik,  khas, dan berbeda dengan konsep Tuhan dalam budaya bangsa lain, yg sering memberikan gambaran Tuhan dg sifat manusia seperti: senang, marah, cemburu, menghukum, dsb. SPIRITUALITAS JAWA tidak pernah menggambarkan Tuhan dengan konsep sebagai sosok personal atau sosok hebat di atas langit yg bebas melakukan apa saja terhadap manusia seperti menguji, memerintah, melarang, menghukum atau memberikan hadiah dengan berbagai atribut serta perilaku manusia yang lainnya. Intinya Tuhan berbeda dengan makhluk apa pun termasuk manusia dgn sifatnya yg dipengaruhi eg...

Bumi Manusia

Image
Ya judul tulisan ini sama dengan judul salahsatu buku karya pujangga kaliber dunia bernama Pramudya Ananta Toer. Piyantun Blora, Jawa Tengah. Negeri kita yang begitu kaya, indah, besar, luas, sangat beraneka ragam juga melahirkan pujangga-pujangga besar sejak dulukala. Entah mereka belajar darimana. Barangkali matahatinya yang digerakkan oleh kekuatan alam semesta yang ghoib. Sama case nya dengan jenius Leonardo da Vinci yang sangat mumpuni karya seni maupun futuristic engineering- nya. Jauh melewati masa hidupnya. Peribahasa tahun 60an mengatakan Pengalaman adalah Guru yang baik. Benar memang. Namun yang paling baik tentunya jangan hanya pengalaman sendiri. Belajar dari pengalaman orang lain sangat mempercepat tingkat pengetahuan kita. Penulis seperti Pram, luar biasa pemikirannya. Universal. Relevan dengan setiap hati, setiap pikiran dimanapun berada. Tulisannya adalah sebuah cermin tempat kita mawas diri, mengukur baju badan sendiri menggunakan sanubari Dewa Ruci dihadapan Sang Pen...

Sepeda Pertama

Image
  sumber: Patric Field, The Cycling Revolution Entah tahun berapa sepeda pertama mendarat di Nusantara. Apakah dibawa pedagang Gujarat, expedisi Laksamana Cheng Ho, Ingris, atau Belanda belum diketemukan dokumentasi dan artefak yang pasti. Yang jelas jaman bokap-bokap kita sepeda yang ngetop merknya Fongers  dan Gazelle bikinan Belanda. Jaman saya kecil tahun 60an merk yang merakyat sepeda Sim King bikinan Hongkong. Disusul trend sepeda mini kemudian tahun 70an. Sepeda pertama di dunia konon melantai pertama kali pada tanggal 12 Juni 1817 oleh Baron Karl Friedrich Drais von Sauerbronn seperti gambar diatas. Tanpa pedal, rem dst. Rangka kayu roda besi. Menggelinding pertama kali sejauh 14 kilometer (kira2 jarak dari Pusdiklat Kehakiman ke Monas) sepanjang jalan terbaik di Baden kala itu, dari Mannheim ke Rheinau dan kembali. Paling tidak itu yang terdokumentasi sebagai perjalanan roda dua pertama kali. Tahun 1848, jaman revolusi-revolusi, Drais menanggalkan titel kebangsawanann...