Posts

POLITIK BOLA

Image
  Mumpung masih dalam bulan-bulan politik, tulisan ini dibuat agar hangat, syukur menarik dan tidak lupa. Permainan politik yang sedang kita alami dan saksikan ini mirip dengan permainan sepakbola.  Politisi adalah pemain, Wasit beserta penjaga garis KPU nya. Supporter adalah buzzers. Bisa sangat fanatik dan banyak yang profesional alias bayaran. FIFA nya adalah Mahkamah Konsitusi yang terkenal itu. Pelatih dan para asisten adalah konsultan politik beserta tim surveynya. Penonton, last but not least , adalah voters nya. Ada pasar taruhannya juga. Ada yang pasang dua kaki juga. Yah namanya juga permainan. Suara rakyat penonton adalah penentu akhir yang sangat diperebutkan dan dikasih istilah keren dalam bahasa Latin: " Vox Populi Vox Dei " yang maksudnya Suara Rakyat adalah Suara Tuhan. Luar biasa bukan.  Anehnya suara Tuhan bisa diperjual belikan melalui Pasar Wanipiro, Serangan Fajar, atau Nasbung+Kepeng. Penonton juga ada yang sangat fanatik. Banyak yang baperan. Tim k...

Maximise Your Company’s Intellectual Assets

Image
For corporate survival, your company needs a competitive edge! The first step is to differentiate your company from its key competitors. You can achieve this through some quick, easy steps without spending a lot of money. The starting point here is to adopt a fresh perspective and tap into your company’s intellectual assets. What are Intellectual Assets? Intellectual assets are intangible. They are different from tangible assets described in  conventional financial statements since they include human resources, technologies, skills, and intellectual  properties (patents, brands, etc.), as well as organisational capacity, management philosophy  and customer networks. Together they represent your company’s “intellectual” assets. Used skilfully, they can provide you with a clear competitive edge. Compiling an “Intellectual Asset-Based Management Report” 
Before you begin ask yourself this question: What do I, as a business operator, take for granted but others around me are ...

KISAH SPARTACUS

Image
Spartacus hidup sekitar tahun 109 - 71 SM. Ia berasal dari wilayah Thrakia (sekarang bagian dari Bulgaria) dan dikenal sebagai seorang gladiator serta pemimpin pemberontakan budak terbesar dalam sejarah Romawi, yaitu Perang Budak Ketiga (73–71 SM). Bermula dari memimpin pelarian 70 gladiator lainnya hingga berhasil mengumpulkan 90ribu orang yg sebagian besar budak yang melarikan diri. Gugur dalam pertempuran terakhir melawan pasukan Marcus Licinius Crassus; jenazahnya tidak pernah ditemukan. Spartacus menjadi simbol perjuangan melawan penindasan dan telah menginspirasi banyak karya sastra, film, dan gerakan sosial di era modern.  Jaman itu Romawi berbentuk Republik. Ada Senat yg sangat punya kuasa, ada konsul, dan ada jendral-jendral dengan legiun tentaranya.  Julius Cesar saat itu masih anak berusia 16tahun memulai karir sebagai prajurit infanteri rendahan dibawah pimpinan Jendral Crassus. Sudah terlihat keberanian dan kepiawaian bertempurnya di medan laga. Pertempuran demi p...

Albert Einstein dan Berdirinya Negara Israel

Image
Albert Einstein adalah seorang theoretical physicist tersohor dunia peraih hadiah Nobel Fisika tahun 1921. Lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Germany, dari pasangan orang tua Yahudi.  Lama mengusik rasa keingintahuan saya. Kira-kira apa pendapat pak Einstein tentang berdirinya negara Israel. Sebagai ilmuwan, politik barangkali bukanlah dunianya. Namun sebagai figur yang iconic, tentu bikin penasaran juga seperti apa sih pendapatnya. Beruntung, sejarawan Oxford Prof Dr Peter Carey masih menyimpan copy dari sebuah dokumen tua seperti pada image diatas.  Surat tertanggal 10 April 1948 ditujukan kepada Mr Shepard Rifkin, executive director dari organisasi American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel. Alamatnya 149 Second Ave New York. Dalam surat tersebut Einstein menyampaikan bahwa di kelak kemudian hari jika terjadi bencana, kerusuhan, perang dst. menimpa bangsa Israel, pihak pertama yang bertanggung jawab adalah Pemerintah Inggris. Kedua adalah organisa...

WHAT IS BUSINESS ACUMEN ?

Business acumen refers to the keenness and sharpness of mind that individuals possess when it comes to understanding and making decisions in business contexts. It involves a combination of financial literacy, industry knowledge, strategic thinking, and the ability to assess situations and make sound judgments that benefit the organization. Key components of business acumen include: Financial Literacy : Understanding financial statements, budgeting, and financial metrics is crucial. Business acumen requires the ability to interpret balance sheets, income statements, and cash flow statements, as well as to use financial data to make informed decisions. Industry Knowledge : Being aware of industry trends, market conditions, and the competitive landscape is vital. Understanding how the industry operates and what factors influence it is key to making informed decisions. Strategic Thinking : Business acumen involves the ability to think strategically and align business goals and actions. It ...

PENTINGNYA KRITIK vs GODAAN DEMAGOGI

Image
oleh: Romo Johanes Haryatmoko SJ PhD Dalam menjaga marwah demokrasi, wacana kritis berperan penting. Tujuannya agar politik diarahkan untuk memperluas lingkup kebebasan, membangun institusi-institusi yang lebih adil dan kesejahteraan bersama. Atmosfir politik yang terbuka terhadap wacana kritis akan mendorong warganegara berani terlibat dalam analisis kebijakan publik dan perdebatan rasional yang sehat. Perbedaan pendapat dan suara kritis diperlukan agar sistem politik kuat.  Diskusi publik mutlak perlu agar warganegara bisa terlibat dalam menciptakan nilai-nilai bagi komunitasnya. Keterlibatan ini adalah wujud nyata pemberdayaan masyarakat di ruang publik karena kondusif membentuk warganegara kompeten (Mezey, 2008), yaitu warganegara yang menyadari kewajibannya dan memahami hak-haknya serta hak-hak sesama warganegara sehingga terdorong untuk memperjuangkannya dengan mengorganisir diri. Dalam perjuangannya, warganegara perlu mengasah diri agar tajam dalam analisis wacana kritis. Wa...

POTRET POLITIK KITA

Image
  Memilih calon presiden / wakilya untuk negara sebesar dan semajemuk Indonesia bukan perkara mudah. Cakupan geografi yang sedemikian luas mau tidak mau menimbulkan fenomena seorang calon yang sangat favorit di satu daerah misalnya pulau Jawa belum tentu dikenal baik oleh voters di luar itu. Bukan masalah kesukuan. Tapi lebih karena kurang mengenal rekam jejaknya yang relevan saja. Survey, sosmed (+ buzzers) boleh didayagunakan untuk membangun citra, namun tidakkah itu untuk dunia maya. Riil-nya tetap menyisakan banyak keraguan dan tandatanya. Bila Tak Kenal maka Tak Sayang.  Dari pengalaman anda sendiri menyoblos pada pemilu-pemilu sebelumnya kan merasakan nama-nama yang tersedia pada formulir tidak anda kenal kecuali fotonya. Namanyapun baru tahu saat coblosan. Mau golput serba salah karena suara anda akan terdilusi kedalam prosentase suara pemenang yang jumlahnya lebih sedikit dari seharusnya. Bahasa terangnya, pemenang dapat menjadi pemenang dengan suara relatif lebih sedi...