Posts

INDONESIA DALAM BAYANG-BAYANG HADIAH NOBEL

Image
  Prof Achmad Mochtar born Bonjol 1890 murdered by Kempeitai An ol 3 July 1945 oleh Peter Carey PhD, Sejarawan Mengapa Indonesia, satu di antara 10 negara berpenduduk terbesar di dunia (kini urutan keempat setelah AS), menjadi satu-satunya negara yang tidak pernah mendapatkan Hadiah Nobel dalam kategori apa pun? Negara tetangganya seperti Vietnam (Le Duc Tho pada 1973), Myanmar (Aung San Suu Kyi pada 1991), Timor Timur—menjadi Timor Leste pasca-2002—(Carlos Filipe Ximenes Belo dan José Ramos Horta pada 1996), dan yang terbaru, Filipina (Maria Ressa/Rappler pada 2021) telah menyumbang nama-nama untuk kategori Nobel Perdamaian. Sementara di belahan bumi lainnya, beberapa negara besar dengan status negara berkembang seperti Indonesia, juga telah mencatatkan wakil-wakilnya dalam sejarah Hadiah Nobel. Sebut saja Abdus Salam di bidang fisika pada 1979 dan Malala Yousafzai di bidang perdamaian pada 2014 (keduanya dari Pakistan); Sir Peter Medawar di bidang kedokteran pada 1960 (dari Brasi...

DIPONEGORO TO VAN DEN BOSCH

Image
Perang Jawa selama 5 tahun berakhir pada tahun 1830 dengan kekalahan pihak Pangeran Diponegoro. Korban jiwa  mencapai 200 ribuan. Di pihak Belanda tewas 8 ribuan tentara plus 7 ribuan serdadu pribumi. Pemerintah Belanda menghabiskan minimal 20 juta Gulden. Biaya perang termahal yang pernah dilakukan Belanda waktu itu. Akhir perang menegaskan penguasaan Belanda atas Pulau Jawa. Raja dan Bupati harus tunduk pada Belanda.  Dampak positif perang ini adalah munculnya semangat persatuan dan kesatuan dalam melawan kolonialisme dan imperialisme. Pangeran Diponegoro berjuang melawan kolonialis Belanda bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menegakkan kemerdekaan, memperjuangkan harkat martabat masyarakatnya dan keadilan. Johannes van den Bosch menjabat Gubernur Jenderal Belanda mulai 1830-1834, pasca Perang Jawa. Dia memberlakukan Cultuurstelsel atau kita kenal sebagai Sistem Tanam Paksa, yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai keharusan menanam komoditas expo...

PERJANJIAN GIYANTI

Image
Tulisan ini saya buat sebagai prelude sebelum membahas sejarah seorang tokoh besar, Pahlawan Nasional, yang sekarang namanya dipakai oleh Komando Daerah Militer (Kodam) VII Jawa Tengah yaitu Diponegoro, nilai-nilai perjuangan dan kualitas beliau sebagai pribadi dan pemimpin.   Ketika menulis ini tiba-tiba terlintas dalam ingatan sosok seorang anakmuda, sopan, usia pertengahan 30an yang sedang menjabat posisi penting sebagai wakil ketua Komisi di DPRD DKI mewakili parpolnya, namun tidak paham sejarah nasional. Hmmm ... atas dasar dan motivasi apa ya dia terjun ke dunia politik. Sementara Bung Karno mengatakan JasMeRah ! Jangan sekali sekali melupakan sejarah. Tentu ada yang tidak benar dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Entah apa karena cara penyampaian yang dangkal, hanya menghafal tahun sehingga membosankan, tidak ada pembahasan kontekstual dengan dinamika yang terjadi di panggung regional maupun internasional pada saat sejarah terjadi, dst.  Ijinkan saya mengambil ...

DIPONEGORO

Image
  Perang Jawa 1825-1830 mengingatkan kita semua pada Kanjeng Pangeran Diponegoro sebagai pemimpinnya. Ketidak-adilan yang dilakukan Kolonial Belanda terhadapnya sungguh tidak dapat diterima. Mematok tanah orang untuk membangun jalan raya tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya.  Dalam budaya Jawa ada pepatah bunyinya : "sedumuk bathuk, senyari bumi"   yang terjemahan bebasnya adalah perselisihan dikarenakan  "seorang wanita atau sejengkal tanah " dapat memicu perkelahian fatal hingga peperangan. Sepertinya ini berlaku universal ya. Tidak pernah terjelaskan atas dasar apa atau atas ijin siapa Belanda membangun jalan raya diatas  tanah keluarga Pangeran Diponegoro di desa Tegalrejo Yogyakarta. Yang jelas, sang Pangeran merasa tidak pernah diajak rembugan terlebih dahulu.  Tokoh besar ini tentu punya alasan kuat sehingga mengangkat senjata, dan mendapatkan banyak simpati dari berbagai kalangan serta pemimpin berbagai daerah yang secara sukarela k...

SHAOLIN-XIU CULTURAL CENTRE

Image
  Penulis: Alex Santoso Tsao, Anggota Dewan Pembina ShaolinXiu Cultural Centre 少林修文化中心.       Xiu 修 artinya melatih, memperbaiki atau menyempurnakan . ShaolinXiu Cultural Centre Indonesia adalah bagian resmi dari Shaolin Temple Tiongkok dan direstui oleh Master Shi Yong Xin yang merupakan Ketua Biksu atau Fang Zhang Shaolin Temple.  Sejak pertama didirikan beberapa tahun lalu, ShaolinXiu Centre telah berkembang pesat dan saat ini sudah terdapat 150 lebih Shaolin Xiu Cultural Centre yang tersebar di berbagai negara termasuk Amerika, Canada, Australia, Inggris, Jerman, Itali, Afrika, Amerika Latin dll.  Tujuannya adalah menyebarkan ilmu budaya Shaolin ke berbagai negara dan menjalin persahabatan, persaudaraan serta pertukaran budaya antar bangsa tanpa memandang perbedaan ras, suku maupun agama. Asal-usul kata  SHAO-LIN Kata S H A O L I N  sangat terkenal di seluruh dunia. Sering disebut dalam   berbagai tulisan, buku, maupun film. Kat...

DIGITAL PLATFORM FOR PROFESSIONAL CERTIFICATIONS

Image
Nowadays professionals are accustomed to working from anywhere, anytime. Meeting new people, new prospects, working on project at different time and place. Communication, collaboration and coordination (3C) among stakeholders are conducted asynchronously. Included here is  Professional Certification process. 

 Doing it online enables LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) to extend the reach of services to wider audience anywhere with existing limited number of assessors without having the trouble to establish physical TUK (Tempat Uji Kompetensi) nationwide and spend travel and accommodation expenses. 

 Currently there  are more than 2.000 LSPs registered at BNSP (the national professional certification body - under the president). Some LSPs have already got system (offline and or online) in place but many more are still in manual or semi manual.

 Well, not all certifications process can be carried out online, at least there are still phobia, for example those that req...

SANGIRAN-KOK

Image
Alkisah ada sebuah negeri bayangan di abad 21 ini. Negeri indah dengan beribu pulau yang sangat kaya dengan SDA. Iklimnya hanya dua yaitu hujan dan kemarau. Sawah ladang bisa ditanam dan dipanen sepanjang tahun. Tanaman padi ada yang dapat dipanen 3 (tiga) kali dalam setahun. Ikan, udang banyak terkandung di sungai-sungai dan lautnya. Sumber air terdapat di banyak daratan secara berlimpah walaupun di beberapa daerah memang ada yang sulit air. Penduduknya terdiri dari banyak suku tersebar di ribuan pulau besar dan kecil dengan bahasa daerah masing-masing. Untung sekali, tahun 1908 para pionir, intelektual negeri tersebut sudah mampu menyepakati sumpah Satu Bangsa, Satu Bahasa, Satu Tumpah Darah. Luar biasa tahun-tahun segitu sudah mampu bervisi universal jauh kedepan. Apapun suku, agama, ras, aliran kepercayaannya tidak masalah asalkan didalam dadanya tertanam sumpah sakti tersebut. Tidak kalah dengan mimpi negeri adidaya seperti Amerika. Yang membuatnya istimewa: penduduk negeri ini pu...