Posts

POTRET POLITIK KITA

Image
  Memilih calon presiden / wakilya untuk negara sebesar dan semajemuk Indonesia bukan perkara mudah. Cakupan geografi yang sedemikian luas mau tidak mau menimbulkan fenomena seorang calon yang sangat favorit di satu daerah misalnya pulau Jawa belum tentu dikenal baik oleh voters di luar itu. Bukan masalah kesukuan. Tapi lebih karena kurang mengenal rekam jejaknya yang relevan saja. Survey, sosmed (+ buzzers) boleh didayagunakan untuk membangun citra, namun tidakkah itu untuk dunia maya. Riil-nya tetap menyisakan banyak keraguan dan tandatanya. Bila Tak Kenal maka Tak Sayang.  Dari pengalaman anda sendiri menyoblos pada pemilu-pemilu sebelumnya kan merasakan nama-nama yang tersedia pada formulir tidak anda kenal kecuali fotonya. Namanyapun baru tahu saat coblosan. Mau golput serba salah karena suara anda akan terdilusi kedalam prosentase suara pemenang yang jumlahnya lebih sedikit dari seharusnya. Bahasa terangnya, pemenang dapat menjadi pemenang dengan suara relatif lebih sedi...

Indonesia dan Elon Musk

Image
  Dua kali Indonesia kecewa berat dengan figur ikonik Elon Musk yang tidak jadi masuk berinvestasi kemari padahal upaya sepertinya sudah allout dilakukan. Tahun lalu Presiden sebagai kepala negara bahkan sampai turun gelanggang sendiri untuk berkunjung ke markas besarnya bersama Menkorinvest dan team lobbynya. Wacana dunia maya disini waktu itu sudah terwarnai optimisme bahwa Elon Musk "pasti" masuk.  Yang terjadi kemudian setelah kunjungan tersebut pada Desember 2022 Tesla memutuskan membuka kantor keduanya di Asia Tenggara di Bangkok, setelah Singapore. Keduanya bukan pabrik melainkan kantor pemasaran dan regional HQ.  Sedangkan pabrik EVnya ada di Shanghai. Pabrik pertama dibangun tahun 2019 (pabrik pertama mereka di luar AS) dengan kapasitas produksi 22 ribu unit mobil/pekan. Machinery dan teknologi tentu locally accessible. Tidak perlu mendatangkan dari US kecuali teknologi tertentu. Jika pabrik dibangun di negara lain seperti Thailand, Vietnam, atau Indonesia tentu...

INDONESIA DALAM BAYANG-BAYANG HADIAH NOBEL

Image
  Prof Achmad Mochtar born Bonjol 1890 murdered by Kempeitai An ol 3 July 1945 oleh Peter Carey PhD, Sejarawan Mengapa Indonesia, satu di antara 10 negara berpenduduk terbesar di dunia (kini urutan keempat setelah AS), menjadi satu-satunya negara yang tidak pernah mendapatkan Hadiah Nobel dalam kategori apa pun? Negara tetangganya seperti Vietnam (Le Duc Tho pada 1973), Myanmar (Aung San Suu Kyi pada 1991), Timor Timur—menjadi Timor Leste pasca-2002—(Carlos Filipe Ximenes Belo dan José Ramos Horta pada 1996), dan yang terbaru, Filipina (Maria Ressa/Rappler pada 2021) telah menyumbang nama-nama untuk kategori Nobel Perdamaian. Sementara di belahan bumi lainnya, beberapa negara besar dengan status negara berkembang seperti Indonesia, juga telah mencatatkan wakil-wakilnya dalam sejarah Hadiah Nobel. Sebut saja Abdus Salam di bidang fisika pada 1979 dan Malala Yousafzai di bidang perdamaian pada 2014 (keduanya dari Pakistan); Sir Peter Medawar di bidang kedokteran pada 1960 (dari Brasi...

DIPONEGORO TO VAN DEN BOSCH

Image
Perang Jawa selama 5 tahun berakhir pada tahun 1830 dengan kekalahan pihak Pangeran Diponegoro. Korban jiwa  mencapai 200 ribuan. Di pihak Belanda tewas 8 ribuan tentara plus 7 ribuan serdadu pribumi. Pemerintah Belanda menghabiskan minimal 20 juta Gulden. Biaya perang termahal yang pernah dilakukan Belanda waktu itu. Akhir perang menegaskan penguasaan Belanda atas Pulau Jawa. Raja dan Bupati harus tunduk pada Belanda.  Dampak positif perang ini adalah munculnya semangat persatuan dan kesatuan dalam melawan kolonialisme dan imperialisme. Pangeran Diponegoro berjuang melawan kolonialis Belanda bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menegakkan kemerdekaan, memperjuangkan harkat martabat masyarakatnya dan keadilan. Johannes van den Bosch menjabat Gubernur Jenderal Belanda mulai 1830-1834, pasca Perang Jawa. Dia memberlakukan Cultuurstelsel atau kita kenal sebagai Sistem Tanam Paksa, yang secara ringkas dapat dijelaskan sebagai keharusan menanam komoditas expo...

PERJANJIAN GIYANTI

Image
Tulisan ini saya buat sebagai prelude sebelum membahas sejarah seorang tokoh besar, Pahlawan Nasional, yang sekarang namanya dipakai oleh Komando Daerah Militer (Kodam) VII Jawa Tengah yaitu Diponegoro, nilai-nilai perjuangan dan kualitas beliau sebagai pribadi dan pemimpin.   Ketika menulis ini tiba-tiba terlintas dalam ingatan sosok seorang anakmuda, sopan, usia pertengahan 30an yang sedang menjabat posisi penting sebagai wakil ketua Komisi di DPRD DKI mewakili parpolnya, namun tidak paham sejarah nasional. Hmmm ... atas dasar dan motivasi apa ya dia terjun ke dunia politik. Sementara Bung Karno mengatakan JasMeRah ! Jangan sekali sekali melupakan sejarah. Tentu ada yang tidak benar dalam pembelajaran sejarah di sekolah. Entah apa karena cara penyampaian yang dangkal, hanya menghafal tahun sehingga membosankan, tidak ada pembahasan kontekstual dengan dinamika yang terjadi di panggung regional maupun internasional pada saat sejarah terjadi, dst.  Ijinkan saya mengambil ...

DIPONEGORO

Image
  Perang Jawa 1825-1830 mengingatkan kita semua pada Kanjeng Pangeran Diponegoro sebagai pemimpinnya. Ketidak-adilan yang dilakukan Kolonial Belanda terhadapnya sungguh tidak dapat diterima. Mematok tanah orang untuk membangun jalan raya tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada pemiliknya.  Dalam budaya Jawa ada pepatah bunyinya : "sedumuk bathuk, senyari bumi"   yang terjemahan bebasnya adalah perselisihan dikarenakan  "seorang wanita atau sejengkal tanah " dapat memicu perkelahian fatal hingga peperangan. Sepertinya ini berlaku universal ya. Tidak pernah terjelaskan atas dasar apa atau atas ijin siapa Belanda membangun jalan raya diatas  tanah keluarga Pangeran Diponegoro di desa Tegalrejo Yogyakarta. Yang jelas, sang Pangeran merasa tidak pernah diajak rembugan terlebih dahulu.  Tokoh besar ini tentu punya alasan kuat sehingga mengangkat senjata, dan mendapatkan banyak simpati dari berbagai kalangan serta pemimpin berbagai daerah yang secara sukarela k...

SHAOLIN-XIU CULTURAL CENTRE

Image
  Penulis: Alex Santoso Tsao, Anggota Dewan Pembina ShaolinXiu Cultural Centre 少林修文化中心.       Xiu 修 artinya melatih, memperbaiki atau menyempurnakan . ShaolinXiu Cultural Centre Indonesia adalah bagian resmi dari Shaolin Temple Tiongkok dan direstui oleh Master Shi Yong Xin yang merupakan Ketua Biksu atau Fang Zhang Shaolin Temple.  Sejak pertama didirikan beberapa tahun lalu, ShaolinXiu Centre telah berkembang pesat dan saat ini sudah terdapat 150 lebih Shaolin Xiu Cultural Centre yang tersebar di berbagai negara termasuk Amerika, Canada, Australia, Inggris, Jerman, Itali, Afrika, Amerika Latin dll.  Tujuannya adalah menyebarkan ilmu budaya Shaolin ke berbagai negara dan menjalin persahabatan, persaudaraan serta pertukaran budaya antar bangsa tanpa memandang perbedaan ras, suku maupun agama. Asal-usul kata  SHAO-LIN Kata S H A O L I N  sangat terkenal di seluruh dunia. Sering disebut dalam   berbagai tulisan, buku, maupun film. Kat...